Menu Close

Tips Memilih Dot Bayi yang Berkualitas dan Aman

dot bayi

Dot bayi tersedia dalam berbagai warna, desain, dan bentuk puting. Ada dot bayi yang memiliki bentuk hampir serupa dengan puting bundar standar dan salah satunya berbentuk ortodontik, yang memiliki bagian atas bundar dan bagian bawah rata. Akan tetapi, apa pun ukuran dan gaya yang disukai bayi, pastikan model yang Anda beli cukup kokoh dan tidak mungkin terlepas, sehingga bayi tidak bisa memasukkan seluruh dot ke dalam mulutnya.

Perisai harus memiliki lubang ventilasi untuk pertukaran sirkulasi udara. Tanpa lubang ini, air liur bayi dapat terkumpul di belakang pangkalnya dan menyebabkan ruam atau iritasi pada kulit. Selain itu, dot bayi terdiri dari dua bahan, yakni berbahan lateks dan silikon. Dot bayi silikon biasanya lebih kuat. Bahan ini juga lebih mudah dibersihkan dan tidak menyimpan bau. Akan tetapi,  bayi Anda tidak akan merasakannya selembut puting saat dot tersebut berada di dalam mulut.

Selanjutnya adalah bahan lateks. Dot bayi dengan bahan lateks umumnya lebih fleksibel, tetapi lebih lembut, sehingga kerap membuat bayi mungkin lebih cepat haus. Anda sebaiknya menghindari lateks jika bayi memiliki alergi lateks. Selain itu, Anda sebaiknya memilihkan dot bayi yang sudah bebas BPA atau bebas ftalat.

Kapan waktu yang tepat untuk mengganti dot bayi?

Hal ini tergantung pada seberapa sering anak mengisapnya. Dot bayi memang harus seiring diganti, seiring bertambahnya usia dan penggunaan. Jadi pastikan Anda selalu periksa dot bayi secara menyeluruh sebelum memasukkannya ke dalam mulut si kecil.

Cari perubahan warna serta lubang, sobekan, dan titik lemah yang dapat menyebabkan dot bayi putus saat dihisap, sehingga bayi berisiko tersedak. Beberapa dot bayi juga menjadi lengket jika sering digunakan. Segera ganti baru setelah dot bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan.

Bagaimana cara membersihkan dot bayi?

Sebelum penggunaan pertama, cuci dot bayi dengan sabun dan air, lalu bilas dengan baik. Anda juga dapat merebus dot selama 5 menit sebelum penggunaan pertama untuk menghilangkan residu kimia. Setelah itu, Anda bisa mencucinya dengan air sabun yang panas dan bilas sampai bersih.

Dot bayi dengan bahan silikon dapat diletakan di atas mesin pencuci piring. Bersihkan secara teratur. Akan tetapi dot bayi dengan bahan lateks biasanya tidak aman jika di letakkan di atas mesin pencuci piring. Untuk mencegah jamur, ada baiknya merendam dot dalam cuka putih dan air dengan perbandingan yang sama selama beberapa menit sekali sehari. Bilas dengan baik dan keringkan sepenuhnya. Simpan di dalam lemari yang terhindar dari matahari dan tidak lembap untuk mencegah jamur.

Jika bayi Anda menjatuhkan dotnya ke lantai, tidak apa-apa untuk membilasnya dengan air panas dan mengembalikannya kepadanya. Akan tetapi, jika dot bayi terjatuh di trotoar, yang terbaik adalah membersihkannya dengan air sabun yang panas dan selalu bawa cadangan untuk menggantikannya. 

Berikut adalah beberapa tips yang perlu Anda ingat

Jangan mencoba membuat dot bayi sendiri, bahkan dalam keadaan darurat. Menempelkan dot bayi ke tutup botol plastik, misalnya, berbahaya karena bisa terlepas dan dot bisa tersangkut di tenggorokan bayi.

Tahan keinginan untuk menggunakan tali atau pita untuk menempelkan dot bayi ke tempat tidur atau melingkarkannya di leher si kecil, karena berbahaya dan anak bisa tercekik. Namun, tidak apa-apa untuk menempelkan dot bayi ke pakaian si kecil, menggunakan peniti popok.

Jangan melapisi dot bayi Anda dengan apa pun, terutama permen, yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Madu khususnya tidak aman untuk anak-anak di bawah satu tahun, karena dapat menyebabkan botulisme atau keracunan makanan yang berpotensi fatal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *