Menu Close

Penyebab Flu Lebih Sering Terjadi di Musim Dingin

Penyebab Flu Lebih Sering Terjadi di Musim Dingin

Ada beberapa penyebab flu lebih sering terjadi di musim dingin. Untuk menghindarinya, Anda perlu memahami penyebab penyakit yang satu ini.

Flu berbeda dengan pilek. Ada sekitar 100-200 jenis virus yang dapat menyebabkan pilek. Namun, hanya tiga virus yang dapat menyebabkan flu, yaitu influenza tipe A, tipe B, dan tipe C.

Virus influenza tipe A dan B biasanya terjadi dalam wabah musiman, biasanya ketika musim dingin tiba. Virus tipe C biasanya menyebabkan gejala flu yang lebih ringan.

Saat masih kecil, sebagian besar dari kita mungkin telah menerima imunisasi influenza untuk virus tipe A dan B. Sayangnya hingga kini tidak ada imunisasi yang tepat untuk mengatasi virus tipe C.

Nah setelah memahami penyebab flu adalah tiga virus khusus, artinya penyakit flu seharusnya mudah dibedakan dengan penyakit saluran pernapasan lainnya seperti pilek.

Flu juga biasa terjadi musiman, khususnya saat memasuki musim dingin. Mengapa begitu?

Pilek vs flu

Sebelum memahami penyebab flu lebih lanjut, alangkah baiknya Anda memahami perbedaan antara pilek dan flu. Pasalnya, virus penyebab dua penyakit ini tidaklah sama.

Sebagian besar pilek menunjukkan tiga gejala umum: sakit tenggorokan, hidung tersumbat, dan batuk-bersin. Seperti yang dijelaskan di atas, pilek bisa disebabkan oleh ratusan virus.

Flu disebabkan oleh virus influenza. Seperti yang dijelaskan di atas, ada tiga tipe virus, yaitu influenza tipe A, B, dan C.

Pilek dan flu mungkin menunjukkan gejala yang sama, tapi orang yang terinfeksi influenza kemungkinan menunjukkan suhu tubuh lebih tinggi, badan pegal-pegal, dan keringat dingin.

Meski begitu, sama seperti pilek biasa, sebagian besar orang yang mengalami sakit flu juga tidak menunjukkan gejala apa pun.

Pola musiman

Cara membedakan pilek dengan flu berikutnya adalah dengan mengenali pola dua penyakit ini. Menurut CDC, flu memang bisa terjadi kapan saja, tetapi kasus terbanyak dapat dipetakan dalam pola musiman.

Biasanya virus influenza mulai muncul di bulan Oktober lalu terus meningkat. Kasus flu bisa bertahan cukup lama, mungkin sampai bulan Januari, Februari, hingga bulan Maret di tahun berikutnya.

Pola ini terbaca hampir di seluruh belahan dunia, khususnya negara dengan suhu dingin dan kelembapan rendah. Namun, ada sedikit perbedaan di negara tropis seperti Indonesia.

Di Indonesia, kasus flu relatif konsisten sepanjang tahun karena kondisi iklim yang lembap dan sering turun hujan.

Mengapa sering terjadi di musim dingin?

Ini salah satu pertanyaan yang paling sering dilontarkan: Kenapa sering sakit flu saat musim dingin?

Virus pilek dan virus flu memasuki tubuh manusia melalui hidung. Meski begitu, sebenarnya tubuh manusia sudah beradaptasi. Lapisan hidung manusia memiliki mekanisme pertahanan canggih untuk penyusup mikrobial.

Untuk menangkal masuknya virus pilek atau flu, hidung akan terus-menerus mengeluarkan lendir atau yang Anda kenal dengan ingus. Sebenarnya ingus adalah mekanisme pertahanan untuk memerangkap virus.

Ingus kemudian akan digerakkan oleh rambut-rambut kecil. Tubuh secara otomatis menelan ingus plus virus tersebut dan asam lambung akan melakukan tugasnya membunuh mikroba.

Nah, saat musim dingin tiba, saluran hidung juga jadi lebih dingin. Akibatnya lendir akan membeku dan lambat dibersihkan. Akibatnya, lendir tidak bisa menangkap virus sebaik biasanya.

Inilah penyebab flu dan pilek lebih sering terjadi di musim dingin. Pendeknya, mekanisme pertahanan hidung manusia tidak bisa bekerja sebaik sebagaimana mestinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *