Menu Close

Simak Alasan Mengapa Anak Tantrum dan Sulit Diatur

Simak Alasan Mengapa Anak Tantrum dan Sulit Diatur

Anak tantrum bisa membuat Anda merasakan frustasi hingga putus asa. Akan tetapi, perasaan tersebut tidak boleh lebih besar daripada kepedulian Anda untuk mencari tahu apa sebenarnya yang menyebabkan anak tantrum dan sangat  sulit diatur.

Mengapa anak tantrum?

Kondisi ini biasanya ditandai dengan beberapa kebiasaan mulai dari merengek, menangis, berteriak, menendang, memukul, dan menahan napas. Kondisi ini bisa terjadi pada anak laki-laki dan perempuan dan biasanya menyerang anak antara usia 1 hingga 3 tahun.

Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan buah hati. Begitulah cara anak kecil menunjukkan bahwa mereka kesal atau frustrasi. Tantrum bisa terjadi ketika sedang lelah, lapar, atau tidak nyaman. Mereka bisa mengalami tantrum, karena anak merasa tidak bisa mendapatkan sesuatu (seperti mainan atau perhatian dari orangtua) untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Anda harus mengajari anak tantrum mengatasi frustasi secara bertahap, supaya sifatnya dapat mereda seiring waktu.

Anak tantrum biasa terjadi saat mereka berusia dua tahun, ketika keterampilan bahasanya mulai berkembang. Pasalnya, ketika balita mereka umumnya belum bisa mengatakan apa yang mereka inginkan, rasakan, atau butuhkan. Anak dengan pengalaman yang membuat frustrasi atau traumatis dapat menyebabkannya mengalami kondisi ini. 

Ketika seorang anak mengalami krisis emosional, ini adalah gejala sistem saraf mereka sedang dipersiapkan dan menyerap berbagai jumlah stres. Ketika anak-anak tidak mengembangkan regulasi sosial dan emosional sebagai bagian dari perkembangan normal, atau mereka merasa seperti tidak dapat mengendalikan lingkungan, mereka akan mulai menyerang hal-hal terkecil. Anak tantrum akan sulit menyampaikan emosi dengan berkata-kata seperti “tidak”. Akan tetapi, mereka akan mulai marah, menangis bahkan mengancam.

Sebagian besar dari kita dilahirkan dengan kapasitas untuk menerima informasi sensorik dan mengaturnya dengan mudah ke dalam respons perilaku dan fisiologis yang sesuai. Ketidakmampuan untuk memproses informasi sensorik inilah yang dialami oleh anak tantrum. Hal ini menyebabkan kesulitan pemrosesan sensorik dan jika tidak ditangani sejak dini, ini akan bermanifestasi menjadi gangguan kesehatan mental emosional yang lebih serius. Alasan terbesar di balik semua ini adalah stres dan bagaimana otak anak mulai mempersiapkan diri dalam menanggapi stres. 

3 jenis utama gangguan pemrosesan sensorik

Sensory Modulation Disorder (SMD), Sensory-Based Motor Disorder (SBMD), dan Sensory Discrimination Disorder. Kondisi ini pada dasarnya menggambarkan kesulitan memproses informasi sensorik menjadi respons yang tepat, kesulitan mengendalikan gerakan dan kesulitan membedakan antara sensasi dari setiap emosi.

Beberapa indikator gangguan pemrosesan sensorik yang dialami adalah respons meningkat terhadap suara, sentuhan atau gerakan, kurangnya reaktivitas terhadap sensasi tertentu, hiperaktif, tampak berada di dunianya sendiri dan kesulitan mengatur respons perilaku dan emosinya sendiri; tantrum meningkat, reaktif emosional, kebutuhan untuk kontrol, perilaku impulsif.

Ketika anak mengamuk, Anda mungkin berpikir itu salah Anda. Tidak. Tantrum adalah bagian normal dari perkembangan masa kanak-kanak dan bisa membaik seiring perkembangannya.

Anak tantrum biasanya kembali kambuh dan sangat mudah tersinggung apabila dalam kondisi berikut: 

  • Temperamen, kondisi yang mempengaruhi seberapa cepat dan kuat reaksi anak-anak terhadap hal-hal seperti peristiwa yang membuat frustasi. Anak-anak yang mudah marah mungkin lebih cenderung mengamuk.
  • Stres, kelaparan, kelelahan, dan stimulasi berlebihan. Hal ini dapat mempersulit anak-anak untuk mengekspresikan dan mengelola perasaan dan perilaku.
  • Situasi yang tidak dapat diatasi oleh anak-anak. Misalnya, seorang balita mungkin mengalami kesulitan seperti tidak dapat mengambil mainan atau tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan.
  • Emosi yang kuat. Perasaan khawatir, takut, malu, dan marah dapat membuat anak-anak kewalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *